Ini adalah tahun ketiga aku berada di ETOS. Sebelumnya  aku tidak pernah menyangka akan dapat kuliah keadaan orang tua yang kekurangan financial. Tapi, Alhamdulillah Beastudi ETOS hadir sebagai solusi. Tinggal di asrama secara gratis dan diberi uang saku perbulan. Tak hanya itu, kita juga diberi pembinaan setiap pekannya untuk pengembangan diri.

Aku bangga menjadi etoser, bukan karena statusnya yang “dhuafa”, juga bukan karena hidup kita yang serba kekurangan, tapi karena kita memilki prestasi yaitu menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari. Dan ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW “Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka“.

Aku bangga menjadi etoser karena aku mendapatkan pembinaan. Yang mungkin tidak didapatkan oleh mahsiswa lainnya. Ada empat poin pembinaan yang selama di ETOS yaitu sosial, agama, akademik, dan pengembangan diri. Pembinaan sosial memberikan kita pemahaman bahwa, seorang mahasiswa memilki tanggung jawab yang sangat besar bagi masyarakat, agent of change. Pembinaan akademik memberikan pemahaman untuk memiliki IP atau IPK yang memuaskan. Dan bila tidak tercapai, maka uang sakunya akan dipotong. Pembinaan agama memberikan bermanfaat untuk perbaikan akhlak. Dan pembinaan pengembangan diri memotivasi setiap etoser untuk berprestasi sesuai dengan minatnya masing-masing.